Welcome To MVC

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

MVC Banjarbaru

MVC Banjarbaru

MENGATUR TIMING PENGAPIAN

Jumat, 28 Maret 2014

Buat manteman scooterist..
Mengatur Timing Pengapian secara Tepat! Saya yakin banget... banyak diantara kita, yg lebih asyik
membicarakan setingan karburator, ukuran pilot jet-
main jet, namun "amat sangat jarang" para scooteriz Vespa,
membahas seting titik pengapian yg paling tepat,
padahal derajat titik pengapian yg tepat dan sesuai dgn
cara pengendaranya, sama pentingnya untuk
mendapatkan Performa mesin yang paling maksimal,
irit bbm, dan Akselerasi Vespa kita yang makin responsif. Teorinya memang sedikit rumit... titik pengapian, yaitu
saat busi memercik dan ledakan terjadi sangat cepat,
sekitar 0,002 detik. Ledakan harus terjadi mendekati
puncak tekanan sesaat piston melewati TMA, sehingga
mampu mendorong keras piston ke bawah liner
silinder. Jika pengapian terlalu awal (ledakan terjadi saat piston
bergerak naik - pengapian dini), maka piston akan
seolah di rem saat bergerak ke atas,
sebaliknya jika ledakan terjadi terlalu lambat (pada saat
piston sudah turun jauh), maka piston telah bergerak
turun dan mengurangi hentakan yang dihasilkan. tapi... pada prinsipnya.. pengapian yg lambat lebih baik
ketimbang pengapian yang terlalu cepat, karena bisa
menyebabkan detonasi dan kehancuran mesin. oleh
sebab itu di semua buku Vespa, pasti ditulis .... misalnya
untuk Vespa jenis PX200, titik pengapian yg baik adalah
+/-20 derajat setelah titik nol (dimana posisi piston berada tepat di puncak) Tepi kenapa kita meletakkan titik nyala busi setelah
TMA ? Karena seiring putaran mesin semakin tinggi,
gerak piston semakin cepat pula. Oleh karenanya titik
pengapian yang tetap (sistim poengapian standart
Vespa) terkunci secara tetap,
Oleh karenanya memajukan titik pengapian juga diperlukan. Kemudian bahan-bakar, oktan bahan-bakar
semakin tinggi – berarti semakin dingin dan lambat
terbakar, hal ini juga memerlukan titik pengapian maju.
Karburator setingan kering, kecepatan pembakaran
lambat, ini juga membutuhkan titik pengapian advance. Untuk mesin Vespa, fakt0r-faktor penting yang
mempengaruhi titik ledak pengapian diantaranya
adalah : Desain dan ukuran kubah ruang bakar (Head)
Kerenggangan celah busi
kadar bahan bakar
Stelan angin (berkaitan dgn Emisi gas buang)
Suhu udara di intake Emisi gas buang memang terpengaruh oleh pengapian.
Meninggikan timing pengapian dapat dipadukan dengan
setingan karburator agak kering, bisa mengurangi
konsumsi bbm secara spesific, tanpa megurangi
responsivitas mesin. Mesin Vespa dengan kapasitas rata2 150cc dan putaran
mesin tidak terlalu tinggi (6000-7000 RPM) biasanya
butuh pengapian Advance, kisaran antara 15-20 derajat
setelah posisi TOP Piston.
Mesin Vespa yg telah di bore up dengan kompresi tinggi
mungkin hanya butuh derajat diatasnya lagi... mengingat rpm akan meningkat sampai menyentuh
angka diatas 9000. Kompresi rasio juga berpengaruh, mesin dengan
kompresi dibawah 8 : 1 , biasanya tidak akan nendang
balik jika di selah meskipun timing pengapian 20
derajat. Sementara mesin kompresi hingga diatasnya
bisa memakai 15 derajat. ketika di kick start... akan
terasa ada tendangan balik. Semakin tinggi timing pengapian maka mesin akan
memproduksi lebih banyak torsi, hasilnya
meningkatkan kecepatan mesin.
sebaliknya, Timing pengapian yg mendekatio titk TOP
Piston akan memproduksi stasioner yang stabil dan
lembut. Putaran mesin yang sering kita gunakan pada Vespa,
untuk melaju adalah 2500 rpm hingga 5000 rpm.
Mesin korek harian dengan kompresi diatas 8:1 , dan
meminum bahan bakar oktan tinggi maka timing
pengapian yang umum dipakai diantara 20 – 35 derajat.
tetapi pada mesin Vespa untuk kebutuhan balap, dengan kondisi ruang bakar istimewa bisa menghadapi
titik ledak hingga diatas 35derajat. Keiritan konsumsi bahan bakar dan responsifitas mesin
biasanya sangat dipengaruhi timing pengapian di
rentang rpm ini. Setingan karburator basah biasanya
membutuhkan timing pengapian lebih rendah untuk
mengurangi mesin melaju seperti kuda-lumping. BAGAIMANA PENYETELAN UNTUK VESPA KITA?. Mengingat sebagian besar bengkel Vespa lebih
mementingkan "FEELING" ketimbang pengukuran yg
akurat menggunakan "Timing Light / Busur derajat",
maka caranya adalah " stel kemudian coba - kemudian
stel lagi dan coba lagi... sampai ditemukan derajat
pengapian yg paling sesuai dengan mesin kita, dan keinginan pengendara nya.... caranya bagaimana?
1. buka kipas magnet Vespa kita
2. di dalam plat kumparan ada 3 baut... dikendorkan
3. beri tanda pada plat kumparan, untuk mengetahui
posisi saat kita buka
4. putar plat magnet kumparan ke arah kiri (berlawanan dgn jarum jam).. ingat.. geser sedikit sedikit, kira2 3-5mm saja,
kemudian pasang, dan coba... lakukan itu, sampai di
dapat rasa yg paling "Mak Nyuuusss" Ciri2 titik pengapian Vespa kita sudah optimal adalah :
1. tidak menimbulkan detonasi (Vespa menjadi ndut
ndut tan pada rpm rendah
2. putaran gas menjadi lebih responsif,
3. torsi akan meningkat.
4. terasa ada tendangan ketika kita kick start... (dengan catatan, kompresi masih baik loohh..)
SELAMAT MENCOBA MAN... SELAMAT BULAK BALIK KE
BENGKEL UNTUK MINTA TOLONG DI BUKA KAN KIPAS
MAGNET NYA.... YOUMAND !!


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Posting Komentar